Kamis, 22 Agustus 2019

Dari Benci Menjadi Cinta Seorang Pesepakbola Dengan Pelatih


Dari Benci Menjadi Cinta Seorang Pesepakbola Dengan Pelatih


Inter Milan - Penyerang Belgia yang sekarang memperkuat Inter Milan yaitu Romelu Lukaku. Mengungkapkan bahwa dia dengan Pelatih asal Portugal pernah ribut saat masi di Chelsea.

Kemarahan Romelu Lukaku kepada Jose Mourinho kerap kali berlangsung. Puncaknya saat Mourinho mengambil keputusan untuk meminjamkan Lukaku pada saat di Chelsea untuk meminjamkan ke Klub Lain. Namun untuk sekarang antara keduanya terjalin cinta

Sebelum di beli oleh Chelsea Striker asal Belgia tersebut bermain di klub Anderlecht. Kemudian pada tahun 2011 dia di beli oleh Chelsea, Lukaku saat bermain di Chelsea berpenampilan minim pada musim perdananya di Premier League. Lalu pada musim 2012 / 2013 Lukaku di pinjamkan ke West Bromwich oleh Jose Mourinho.

Begitu bergabung dengan West Bromwich lukaku berubah jadi sosok yang menyeramkan untuk penjaga gawang dan pemain lawannya. Namun prestasi yang di buat Lukaku dengan mengemas 17 gol bersama West Bromwich tidak membuat Mourinho yakin.

Setelah di pinjamkan ke West Bromwich Lukaku di pinjamkan kembali ke Everton. Di Everotn Lukaku membuktikan kembali dirinya dengan prestasi catatan 15 gol plus 8 assist dalam 31 penampilan di Liga Inggris. Akhirnya Jodoh mempertemukan mereka di Manchester United.

Selama 1,5 musim ditangani Mourinho, Lukaku mencetak 33 gol dan 11 assist di seluruh kompetisi. Mourinho kemudian diberhentikan di akhir 2018 dan kini Lukaku hengkang ke Inter Milan.

"Aku pergi ke West Brom dan sukses, aku mencetak 17 gol saat berusia 19 tahun, dan kemudian aku kembali dan aku serta pelatih saat itu Jose Mourinho, kami tidak punya pemikiran yang sama," Aku berpikir aku pantas untuk bermain, dia berpikir aku belum siap. Jadi aku dan dia sepakat bahwa mungkin lebih baik bagiku untuk pergi lagi, dan aku pergi lagi [ke Everton], dan aku sukses lagi."

"Hubunganku dengan Jose itu ... semua orang punya hubungan pribadi dengan dia, tapi aku dan dia kami berselisih. Kami bertengkar, tapi aku mencintai dia sebagai seseorang. Kupikir dia juga mencintaiku sebagai seseorang, tapi kami bertengkar terus. Terus-terusan. Dia mungkin mulai duluan, tapi kemudian aku yang memulai. Tapi dia tentu saja temanku, dia temanku," tandas penyerang berusia 26 tahun itu.


EmoticonEmoticon