Jumat, 23 Agustus 2019

Pemain Berdarah Indonesia Dipisahkan Dari AS Roma


Pemain Berdarah Indonesia Dipisahkan Dari AS Roma


Cagliari - Saat memilih meninggalkan AS Roma dan memilih ke Inter Milan adalah sebuah kesalahan dan penyesalan terbesar saya karna salah memilih.

Pemain sepak bola Profesional asal Belgia dan sekarang merumput bersama Cagliari mengaku ada penyesalan dan kesalahan yang mendalam seumur hidupnya. Dimana waktu saat Radja Nainggolan masi bermain di AS Roma, Dia memilih Inter Milan yang saat itu ingin merekrutnya dari AS Roma

Untuk itu Radja Nainggolan saat ini merasakan buah dari penyesalan dan kesalahan yang dia buat saat lebih memilih Inter Milan dari pada harus bertahan di AS Roma. Sekarang Radja Nainggolan bermain bersama tim pertamanya dia meniti karier di Italia bersama Cagliari.

Saat di Inter Milan Radja Nainggolan tidak masuk dalam rencana Antonio Conte yang sekarang menjadi Pelatih. Radja Nainggolan memilih meninggalkan Inter Milan dan Kembali membela Cagliari sekaligus untuk berada di samping istrinya yang sedang berjuang dari Kankerr.

Selama bermain di Inter Milan selama satu musim berpenampilan tidak mengesankan. Bermain 36 laga bersama Inter dia hanya mampu membuat 7 gol dan 3 assist selain itu dia juga sempat bersitegang dengan Manajemen Inter prihal indisipliner.

Pemain Berdarah Indonesia Dipisahkan Dari AS Roma

Kepindahan Nainggolan dari AS Roma ke Inter Milan sepenuhnya bukan keinginan dia tapi ada satu orang di Roma yang menjadi andil kepindahannya yang sekarang tidak ada di AS Roma lagi. Yang diyakini merujuk ke mantan Direktur Keolahragaan Monchi.

Tapi pindah ke Inter sendiri diakui Nainggolan bukan sepenuhnya keinginannya. Transfer itu diputuskan oleh seseorang yang tak lagi di Roma, yang diyakini merujuk ke mantan Direktur Keolahragaan Monchi.

"Saya punya sejumlah penyesalan, karena saya dipisahkan dari Roma dan itu adalah pukulan telak untuk saya. Saya yakin bahwa saya juga salah, tapi lebih dari itu, transfer itu adalah keputusan yang dibuat oleh seseorang yang tak lagi di sana,"

"Saya seharusnya bisa bertahan. Itu adalah pilihan-pilihan yang Anda buat di momen-momen sulit dan akhirnya cuma menjadi penyesalan sia-sia yang tak mengubah apapun," tandas Nainggolan.


EmoticonEmoticon