Jumat, 18 Oktober 2019

Respon Sekjen PSSI Tentang Desakan Simon Out




Respon Sekjen PSSI Tentang Desakan Simon Out


eropasport.com - Desakan untuk menopot jabatan pelatih Timnas Indonesia, Simon Mcmenemy, banyak dari media sosial. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, menunggu keputusan Komite Eksekutif (exco).

Indonesia selalu kalah dalam laga di babak Grup G Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Skuat Merah Putih bahkan sudah defisit 11 gol dengan mencetak 3 gol dan kebobolan 14 gol.

Hal ini tentu saja membuat masyarakat geram. Simon menjadi sasaran karena dianggap gagal melatih pasukan Merah Putih. Agen Piala Euro 2020

Tisha menyebutkan keputusan mengenai masa depan Simon ada di tangan Exco PSSI, bukan dia sebagai sekjen. Yang jelas, PSSI sudah mengevaluasi kinerja Simon.

" Seluruh keputusan ada di Exco, saya berada di kesekjenan, hanya menjalankan, " kata Ratu Tisha, Jumat 18 Oktober 2019.

" Seluruhnya, secara teknis, sudah kita sampaikan laporannya, tinggal menunggu keputusannya seperti apa, " lanjut Tisha. Situs Bola Euro 2020

Lalu kira-kira bagaimana tuntutan masyarakat agar PSSI mengembalikan Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia. Tisha pun enggan untuk berspekulasi.

" Ya kita hanya bisa menunggu. Kalau saya ditanya terus menerus, saya adalah orang paling bersikukuh dan tidak meu menyerah. Kalau mau ke Piala Dunia, aku bilang mau ke Piala Dunia. Mari kita tunggu saja, sudah ya. " Tisha menjelaskan.

" Kalau ada keputusan, akan kami beri tahu, jadi jangan berspekulasi. Kita harus ingat, kita harus berikan yang terbaik, " tambahnya. Event Piala Euro 2020

Untuk saat ini, pihaknya hanya fokus pembinaan pemain dan pembenahan kompetisi yang berjenjang, untuk menyaring pemain Timnas Indonesia yang terbaik.

" Timnas itu berjenjang, kompetisi berjenjang, kita harus mengingat timnas senior kita adalah hasil kerja keras kita selama 7 tahun lalu. Teman-teman semua tahu kan sepak bola kita didalam kondisi seperti apa? Oleh sebab itu kita membuat Elite Pro Academy U17, U18, U20. Elite pro academy ini kami ambil dari anak-anak terbaik di Timnas, " ujar Tisha.

" Tidak cukup apabila kita hanya memberikan Garuda Select. Harapannya, ini menjadi persaingan yang merebut proses, dan lima tahun mendatang anak-anak ini dan persaingan lain, itu yang akan menjadi buah kita di masa depan. " tutup Tisha.


EmoticonEmoticon